Waspada Cedera Olahraga Padel: Saat Gerakan Cepat Berpotensi Memicu Saraf Terjepit

Waspada Cedera Olahraga Padel: Saat Gerakan Cepat Berpotensi Memicu Saraf Terjepit

Olahraga padel semakin populer karena menawarkan kombinasi seru antara tenis dan squash dengan permainan yang cepat, dinamis, dan mudah dimainkan berbagai usia. Di balik keseruannya, padel juga memiliki risiko cedera yang perlu diperhatikan, terutama cedera pada area punggung, leher, dan pinggang yang dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti saraf terjepit.
Banyak orang menganggap nyeri setelah berolahraga hanyalah rasa pegal biasa. Padahal, jika dibiarkan berulang atau semakin berat, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Mengapa Padel Berisiko Menyebabkan Cedera?


Padel melibatkan banyak gerakan eksplosif dalam waktu singkat. Pemain dituntut untuk:

  •  Bergerak cepat ke kanan dan kiri
  •  Berlari mendadak
  •  Berhenti secara tiba-tiba
  •  Melakukan gerakan memutar tubuh
  •  Membungkuk dan menjangkau bola dengan posisi tubuh tertentu
    Gerakan-gerakan tersebut memberikan tekanan besar pada tulang belakang, otot, serta jaringan saraf. Ketika dilakukan berulang tanpa teknik yang tepat atau tanpa pemanasan yang cukup, risiko cedera meningkat secara signifikan.

    Beberapa faktor yang dapat memperbesar risiko cedera padel antara lain:

  • Kurang pemanasan sebelum bermain
  •  Teknik bermain yang kurang tepat
  •  Intensitas bermain berlebihan
  • Otot inti (core) yang lemah
  •  Riwayat nyeri punggung sebelumnya
  • Postur tubuh yang buruk

Bagaimana Cedera Padel Bisa Menyebabkan Saraf Terjepit?


Saraf terjepit terjadi ketika saraf mendapat tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti bantalan tulang belakang (diskus), tulang, otot, atau ligamen.
Pada olahraga padel, tekanan berulang di area tulang belakang dapat menyebabkan bantalan antar ruas tulang bergeser atau menonjol. Kondisi ini kemudian menekan saraf dan menimbulkan berbagai keluhan.
Gejala saraf terjepit yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Nyeri punggung atau pinggang yang menetap
  •  Nyeri menjalar ke bokong atau kaki
  •  Kesemutan
  •  Mati rasa pada tangan atau kaki
  •  Otot terasa lemah
  •  Nyeri yang bertambah saat bergerak
  • Sulit berdiri atau berjalan dalam waktu lama


Jika keluhan muncul setelah berolahraga dan tidak membaik dalam beberapa hari, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Jangan Anggap Remeh Nyeri Setelah Olahraga
Banyak orang tetap memaksakan aktivitas meski tubuh sudah memberikan sinyal peringatan. Padahal, cedera yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi gangguan saraf yang lebih serius apabila tidak ditangani sejak dini.
Penanganan yang cepat membantu:

  •  Mengetahui penyebab nyeri secara tepat
  •  Mencegah cedera menjadi lebih parah
  •  Mengurangi risiko komplikasi
  •  Membantu proses pemulihan lebih optimal

Diagnosis yang tepat dari dokter spesialis saraf maupun bedah saraf sangat penting agar pasien mendapatkan terapi sesuai kondisi yang dialami.
Layanan Spesialis Neurologi dan Bedah Saraf RS Indriati Solo Baru
RS Indriati Solo Baru menyediakan layanan spesialis neurologi (saraf) dan bedah saraf yang komprehensif. Didukung tenaga medis profesional, rumah sakit ini melayani berbagai keluhan saraf seperti stroke, nyeri punggung, saraf terjepit, gangguan saraf tepi, hingga masalah neurologis lainnya.
Dokter spesialis yang tersedia di RS Indriati Solo Baru:
Spesialis Saraf (Neurologi):

  •  dr. Martha Iccha Kertawari Buntoro, Sp.S, M.Kes
  • dr. Subandi, Sp.S, FINS
  •  dr. Erwin Widi Nugraha, Sp.N
  •  dr. Peter Michel Souisa, Sp.S
    Spesialis Bedah Saraf:
  •  dr. Galih Indra Permana, Sp.BS (Spesialis Bedah Saraf)

Dengan dukungan dokter berpengalaman dan layanan yang komprehensif, pasien dapat memperoleh pemeriksaan, diagnosis, hingga penanganan yang sesuai dengan kondisi yang dialami.
Jangan Tunggu Nyeri Semakin Berat
Jika Anda mengalami nyeri punggung, kesemutan, nyeri menjalar, atau keluhan yang muncul setelah aktivitas olahraga seperti padel, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jaga performa olahraga Anda tanpa mengabaikan kesehatan saraf. Konsultasikan keluhan Anda di RS Indriati Solo Baru dan dapatkan penanganan dari dokter spesialis saraf dan bedah saraf yang berpengalaman.