Jangan Anggap RemehJerawat! Kenali Penyebab Acne Vulgaris yang Bikin Rasa Tidak Percaya Diri pada Remaja
Masa remaja merupakan fase penuh perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Salah satu perubahan yang paling sering dialami adalah munculnya jerawat. Meski sering dianggap masalah kulit biasa, jerawat atau Acne Vulgaris ternyata dapat memberikan dampak yang lebih besar dari sekadar munculnya benjolan di wajah. Tidak sedikit remaja yang mengalami penurunan rasa percaya diri akibat kondisi ini.
Jerawat sering muncul di saat seseorang sedang aktif bersosialisasi, bersekolah, mengikuti kegiatan organisasi, hingga menurunkan rasa percaya diri terhadap penampilan. Ketika jerawat muncul berulang atau semakin parah, banyak remaja menjadi lebih tertutup, merasa minder, bahkan enggan tampil di depan umum.
Acne Vulgaris adalah peradangan kronis pada folikel rambut dan kelenjar minyak (sebasea) yang menyebabkan munculnya komedo, papul, pustul, nodul, hingga kista pada kulit. Area yang paling sering terkena adalah wajah, dada, punggung, dan bahu karena memiliki lebih banyak kelenjar minyak.
Jerawat bukan sekadar masalah kebersihan wajah. Kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan, sehingga memerlukan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.
1. Perubahan hormon saat remaja
Masa pubertas menyebabkan peningkatan hormon androgen yang memicu produksi minyak atau sebum menjadi lebih banyak. Produksi minyak berlebih dapat menyumbat pori-pori sehingga memicu terbentuknya jerawat.
2. Produksi minyak berlebih
Kulit yang terlalu banyak menghasilkan sebum lebih rentan mengalami penyumbatan pori. Saat minyak bercampur dengan sel kulit mati, terbentuklah komedo yang dapat berkembang menjadi jerawat meradang.
3. Penumpukan sel kulit mati
Kulit secara alami melakukan regenerasi. Namun jika sel kulit mati menumpuk dan tidak terangkat dengan baik, pori-pori dapat tersumbat.
4. Bakteri penyebab jerawat
Bakteri Cutibacterium acnes dapat berkembang pada pori yang tersumbat dan memicu proses peradangan sehingga jerawat menjadi merah, nyeri, atau bernanah.
5. Faktor genetik
Jika orang tua memiliki riwayat jerawat yang cukup berat, risiko anak mengalami kondisi serupa juga dapat meningkat.
6. Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari
Beberapa faktor yang juga dapat memperburuk jerawat antara lain:
Memencet jerawat justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko timbulnya bekas jerawat atau jaringan parut.
Banyak orang menganggap jerawat hanya masalah sementara yang akan hilang seiring waktu. Padahal, pada sebagian remaja, jerawat dapat memengaruhi kondisi psikologis.
Beberapa dampak yang sering dirasakan antara lain:
Ketika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, jerawat tidak hanya meninggalkan bekas pada kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup.
Kapan Jerawat Perlu Ditangani Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila:
Setiap jenis jerawat memiliki penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda, sehingga penanganannya tidak bisa disamakan. Menggunakan produk secara asal tanpa konsultasi justru berisiko memperburuk kondisi kulit.
RS Indriati Solo Baru menyediakan layanan perawatan jerawat komprehensif melalui Indriati Aesthetic Clinic dan Poli Kulit Kelamin. Penanganan dilakukan langsung oleh dokter spesialis kulit dan kelamin seperti :
meliputi konsultasi medis, pemberian resep obat sesuai kondisi pasien, hingga tindakan estetik seperti chemical peeling untuk membantu memperbaiki kondisi kulit.
Jangan biarkan jerawat mengganggu rasa percaya diri dan aktivitas sehari-hari. Konsultasikan kondisi kulit Anda sejak dini dan dapatkan penanganan yang tepat bersama tim profesional di RS Indriati Solo Baru agar kulit lebih sehat dan rasa percaya diri kembali meningkat.
07.00 - 20.00 WIB