Berita

Testimoni

“Pulih Dari Stroke Setelah Terapi Trombolisis”
Cerita Ibu Rita (Istri Bapak Dody Satrio – Pasien Tindakan Trombolisis)

RS Indriati | Rabu, 14 Maret 2018, 14:00 WIB

family

SUKOHARJO – Sabtu tanggal 3 Februari, sekitar pukul 8 pagi suami saya, Dody Satrio nonton TV usai sarapan. Tiba-tiba badan suami saya lemas dan separuh bagian tubuh tidak bisa bergerak. Saya dalam kondisi panik langsung menelfon taksi untuk membawa suami saya ke rumah sakit terdekat. Kebetulan waktu itu sopir taksi yang merekomendasikan untuk langung ke RS Indriati. Dengan pertimbangan rumah sakit besar pelayanan akan lebih cepat.

Kurang lebih pukul 9, suami saya masuk IGD. Pertama kali masuk IGD, langsung di tangani dan di cek kondisinya secara lengkap. Perawat yang memantau juga menginformasikan bahwa tekanan darah suami saya saat masuk IGD cukup tinggi. Kondisi wajah suami saya sudah turun ke salah satu sisi, tidak bisa senyum, mata, atau mulut turun ke bawah, kaki dan tangan sebelah kanan sudah kaku. Kemudian dokter yang menangani suami saya yaitu dokter Peter, memberi informasi kepada saya bahwa suami terkena stroke. Informasi mengenai perkembangan kondisi kesehatan bapak yang diberikan kepada saya cukup detail.

Dokter memberi info bahwa suami saya baru terkena serangan untuk pertama kali, dan waktunya belum terlambat jadi masih ada kesempatan untuk pulih kembali jika diberi penanganan terapi trombolisis. Terapi dengan trombolisis masih bisa dilakukan karena saat itu belum melewati masa golden periode yaitu dalam jangka waktu maksimal 4 jam setelah terkena serangan. Saya diberi informasi secara detail, karena biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit untuk terapi tersebut.

Setelah ada persetujuan dari saya, suami saya langsung di trombolisis. Obatnya bereaksi dengan cepat, suami saya bisa tidur dengan tenang setelah ditrombolisis. Dari IGD suami saya kemudian dipindah ke ruang ICU, perkembangan yang di alami juga cukup cepat, perlahan suami saya sudah bisa mulai berbicara dengan jelas, serta anggota tubuh yang sebelumnya kaku sudah mulai bisa digerakkan.

Obat yang diberikan dari rumah sakit bagus, karena tidak ada efek sampingnya. Rabu malam, 7 Februari 2018 dilakukan pemeriksaan DSA DCA karena saya ingin tau lebih jelas ke otak dan jantung suami saya biar keliatan sumbatannya. Setelah dipantau kondisi suami saya mulai membaik, Kamis 8 Februari 2018 suami saya diperbolehkan untuk pulang. Namun sampai saat ini masih perlu untuk kontrol agar terlihat perkembangannya, dan tetap konsumsi obat untuk menstabilkan kondisi.

Saya sangat senang dengan pelayanan di RS Indriati yang memberikan penanganan yang baik, tepat waktu, cepat, dan analisanya tepat. Informasi yang diberikan oleh tim medis juga lengkap dan jelas, obat yang diberikan juga tidak menimbulkan efek samping. Terkait dengan hasil penanganan trombolisis juga sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Sudah terbukti langsung, karena memang semua ditangani dengan cepat dan tidak sampai terlambat.

Sumber Berita : -